Skip to content

Jangan Sampe Salah Lagi! Ini Perbedaan Konten Organik dan Konten Non Organik

 

Sebagai business owner, salah satu strategi untuk meningkatkan ketertarikan audiens terhadap brand dan produk yang dijual adalah dengan cara mengunggah konten-konten kreatif di media sosial yang dapat menarik perhatian audiens. Semakin aktif kamu mengunggah konten dan semakin banyak audiens yang mengikuti akun media sosial brand kamu, maka semakin besar juga tingkat kepercayaan audiens terhadap brand yang kamu miliki.

 

Pertanyaannya, konten seperti apa ya yang harus dibuat? Lalu, gimana caranya supaya konten yang udah dibuat bisa relate ke audiens yang kamu inginkan? dan bisa mencapai goals yang kamu punya? Yuk kita jawab satu persatu.

Perbedaan Konten Organik dan Konten Non Organik

 

Dalam pelaksanaan strategi marketing melalui media soial, informasi mengenai produk atau sesuatu yang ingin diketahui audiens dikemas dalam bentuk konten singkat berupa tulisan, foto, maupun video. Kemudian konten tersebut dipublikasikan kepada salah satu atau beberapa platform media sosial yang diinginkan brand sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Biasanya terdapat dua tipe konten yang bisa diaplikasikan, yaitu konten organik dan konten non organik.

KONTEN ORGANIK

Konten organik merupakan istilah yang mengacu pada strategi pemasaran melalui konten yang dilakukan tanpa mengeluarkan budget atau iklan berbayar. Dalam dunia marketing, konten organik ini disebut juga dengan Content Marketing. Konten jenis ini biasanya digunakan jika tujuan brand mengunggah konten adalah untuk membentuk atau meningkatkan awareness terhadap brand yang kamu miliki. Konten yang dibuat biasanya berupa konten informatif, edukatif, atau menginformasikan mengenai produk yang dijual.

Keunggulan dari strategi konten ini adalah traffic yang dihasilkannya merupakan traffic alami, atau dalam kata lain orang yang melihat konten tersebut memang orang yang tertarik dengan produk atau konten yang dibuat sehingga sesuai dengan target pasar. Walaupun demikian, konten yang dibuat secara organik ini hanya mampu menjangkau audiens yang merupakan followers media sosial tersebut, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai tujuan pemasaran atau menjangkau audiens yang lebih luas.

KONTEN NON ORGANIK

Berbeda dengan tipe sebelumnya, alih-alih menunggu audiens menemukan konten yang kamu unggah secara organik, konten non organik bisa mendorong konten yang kamu buat sampai langsung ke audiens yang dituju melalui iklan berbayar. Maka dari itu, konten jenis ini biasanya disebut dengan konten Ads. Jika fokus konten organik adalah awareness, fokus dari konten non organik adalah untuk menciptakan engagement atau konversi.

Dengan menggunakan konten non organik, semakin banyak audiens yang ingin kamu jangkau, biasanya biaya yang dikeluarkan juga semakin besar. Platform yang biasanya digunakan untuk mengiklankan konten non organik adalah Facebook dan Instagram Ads atau Meta Ads, YouTube Ads, Google Ads, dan lain sebagainya. Untuk melakukan strategi ini kamu juga membutuhkan seseorang yang expert di bidang social media marketing untuk menyusun strategi ads yang tepat agar hasilnya sesuai yang diinginkan.

perbedaan konten organik dan non organik

Kalo bisa disimpulkan, perbedaan dari konten organik dan non organik dari aspek biaya, jenis jangkauan dan tujuannya, bisa dilihat di tabel berikut ini ya!

 

 

 

Setelah penjelasan di atas, jadi udah tau belum jenis konten mana yang cocok buat brand kamu?

Biar gak perlu musingin strategi konten apa yang harus kamu bikin, mending serahin aja sama yang berpengalaman! Yuk kontak ke Apostrofe aja!

Contact us for collaboration:
Whatsapp: 0896-0303-0960
Email: hello@apostrofecreative.com
Website: apostrofecreative.com